Tante Gue Roker

Advertisements

The Journey Masa Kecil

B. S. Totoraharjo

kaline urepTujuh tahun yang lalu, dimusim yang sama seperti hari ini. Siang-siang bolong sehabis pulang sekolah, gue main ke sawah untuk menerbangkan layang-layang hasil karya gue sendiri. Ini serius, gue nggak bohong. Mungkin pada waktu itu, gue adalah rival ketatnya Pak B. J. Habibie. Namun nahas, layangan itu bukannya malah terbang membumbung ke cakrawala, justru berbalik arah dengan meluncur ke dalam parit yang sedang berisi gemercik aliran air.
Dan teriakan konyol teman-teman pada waktu itu, “Wah… Dasar dungu lo, Cup,” komentarya, sambil mentoyor-toyor kepala gue. Anehnya, mendapat perlakuan penganiayaan begok kayak gitu gue malah ketawa sambil guling-guling di atas rerumputan. Malah saking asyiknya guling-guling, muka gue mendarat di atas tai kebo yang baru saja keluar dari mesin produksi bernama, pantat. Gue inget, tai kebonya masih anget banget dan fresh. Baunya juga mirip-mirip seperti kentut badak zimbawe makan kapur barus.

View original post 1,710 more words